Halaman

Minggu, 09 Juni 2013

EXO K Fanfiction | MY LADY

Cast                 : Kai (Kim Jong In), Goo Hara, D.O (Do Kyung Soo),
                          Suho (Kim Jun Myeon)

Other Cast       : Byun Baek Hyun, Park Chan Yeol, Oh Se Hun

Author             : Sarni_SKy        
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pagi hari di tengah hiruk pikuk jalan di salah satu sisi kota Seoul. Kai berdiri di samping mobil sportnya sambil menelepon seseorang. Alisnya berkerut dan sekali-kali menendangi ban belakang mobilnya. Keringat membasahi wajahnya. Seragam sekolahnya agak berantakan. Tiba-tiba seorang pengendara motor besar menepi di belakang mobilnya. Pengendara itu membuka helm yang menutupi wajahnya. Ternyata seorang gadis cantik teman sekelas Kai. Namanya Goo Hara. Woooooowwww……
“Kau marah-marah sampai mati pun mobil itu tak akan bisa kau gunakan sekarang. Kalau menunggu teknisinya datang, kau bisa terlambat. Ayo, ikut denganku.” Ajak Hara. Kai berpikir sejenak lalu menyetujui ajakannya.
“Turunlah. Aku yang akan mengendarainya.” Kata Kai menyuruh Hara menyingkir
“Kau yakin?” Tanya Hara. Kai tidak menjawab. Hara tidak memperpanjang perkara dan turun dari motor besarnya. Memberikan helm cadangan yang selalu ia bawa pada Kai.
Lima menit kemudian…….
“Kau terlalu lamban! Kalau cara berkendaramu seperti ini, kita akan tiba di sekolah minggu depan.” Hara mengomeli Kai yang dianggapnya terlalu lambat. “kau bisa mengendarai motor atau tidak? Bahkan sepeda adikku masih lebih cepat dari ini.”
“Aaaaarrrgggghhhh…. Diam kau!” Bentak Kai kesal. Kai menepikan motor besar itu. “ kalau kau begitu pintar, kenapa bukan kau saja yang mengendarai?”
Hara mengambil alih urusan mengendarai. Menyuruh Kai berpegangan seerat mungkin. Kai yang menganggap Hara hanya menyombongkan diri mengabaikan peringatan Hara. Lima detik kemudian giliran Kai yang mengomeli Hara.
“Kau sudah gila? Apa kau baru saja diputuskan pacarmu? Kalau mau bunuh diri, jangan membawaku bersamamu!” Cerocos Kai. Motor besar Hara melaju kencang, menyalip setiap mobil yang ada di hadapannya. Hara mengabaikan Kai. Mereka tiba di sekolah lima menit kemudian. Kai merasa hendak muntah.
^_^
“Kau kenapa?” Tanya Suho mendapati Kai gemetaran di sudut kelas. Hara duduk di sampingnya sambil terus menggigit bibir.
“Dia…. Dia mau membunuhku.” Jawab Kai menunjuk Hara.
“Maaf…” Ujar Hara
“Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya Suho
“Mobilnya mogok dan aku hanya memberi tumpangan ke sekolah.” Jawab Hara polos
“Dia sudah gila. Seperti seseorang yang baru diputuskan pacarnya. Melaju kencang di jalan raya. Merasa dirinya seperti Marco Simoncelli. Kurasa dia tidak tahu caranya menggunakan rem, atau dia tidak tahu di mana letak remnya, atau mungkin juga motornya sama sekali tidak punya rem” Cerocos Kai
“Berapa kecepatannya?” Suho bertanya pada Hara.
“Hanya 90 kilometer per jam.” Jawab Hara dengan tampang polosnya
“APA???????!” Teriak Kai dan Suho bersamaan. Hara berkedip-kedip karena terkejut.
“90 kilometer per jam dan kau menyebutnya ‘hanya’?” Lanjut Kai.
“Pulang nanti aku akan lebih pelan.” Ujar Hara
“Siapa yang akan menumpang denganmu? Aku akan pulang dengan Suho.” Kata Kai
“Memangnya kak Suho mau memberimu tumpangan?” Timpal Hara
“Itu tergantung padamu.” Jawab Suho
“Padaku? Kenapa aku?” Tanya Hara tak mengerti
“Sekarang jawab dengan jujur, antara aku dan Kai, siapa yang lebih tampan?” Tanya Suho
“Pertanyaan macam apa itu? Dilihat dari segi manapun, aku lebih tampan darimu!” Timpal Kai
“Jangan membuat kebohongan public. Dilihat dari sisi mana pun, kak Suho jauh lebih tampan darimu.” Kata Hara
“Terima kasih.” Ucap Suho mencubit pipi kanan Hara. “Baiklah, kita akan pulang bersama. Aku pergi.” Lanjut Suho mengacak-acak rambut Kai dengan lembut tapi Kai menepis tangannya.
^_^
“Kudengar kau memberi tumpangan untuk Kai tadi pagi?” Tanya D.O melalui aplikasi Line. D.O sebenarnya duduk di belakang Hara, tetapi karena mereka dilarang mengobrol di dalam kelas maka D.O memanfaatkan ponselnya saja.
“Ya.” Balas Hara
“Dia sepertinya hampir mati ketakutan. Kau kejam sekali.” Balas D.O namun disertai emoticon tertawa geli.
“Aku tak bermaksud begitu. Kami hampir terlambat, jadi aku menambah sedikit kecepatan. Tak apa-apa kan?” Balas hara menyertakan ekspresi tak berdosa.
“Kekekekeke…..” Balas D.O.
“SHUT UP!” Pesan Line Baekhyun masuk ke ponsel D.O dan Hara. Pesan tersebut dibalas dengan juluran lidah. Baekhyun menampilkan senyum anak kecilnya yang luar biasa imut.

“Apa yang kalian bicarakan di kelas?” Tanya Baekhyun saat jam istirahat. Ia penasaran dengan isi obrolan D.O dan Hara tadi.
“Bukan apa-apa.” Jawab D.O dan Hara bersamaan. Baekhyun garuk-garuk kepala.
^_^
Hara berjalan pelan di koridor sekolah sambil bercanda dengan Baekhyun. Tiba-tiba sekelompok anak laki-laki berlari dari arah belakang. Salah seorang diantaranya menabrak Hara hingga terjatuh. Hara mendongak dan mengenali punggung si penabrak itu. Itu punggung Kai.
“Hara, kau baik-baik saja?” Tanya Baekhyun khawatir. Tiba-tiba seseorang mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Hara memandang wajah orang baik itu. Orang itu tersenyum padanya. Hara jadi salah tingkah. Orang itu setingkat dengan Hara, tetapi berada di kelas yang berbeda. Dia merupakan salah satu kawan Kai, namanya Sehun.
Tangan kanan Hara meraih tangan Sehun, sedang tangan kirinya memegang lengan Baekhyun.
“Kau tak apa-apa kan?” Tanya Sehun
“Ya. Terima kasih.” Ucap Hara. Sehun tersenyum sekali lagi kemudian pergi. Hara memandang punggung cowok tinggi itu sambil tersenyum-senyum  sendiri. Baekhyun menyikutnya lalu mulai menggodanya.
“Oooooh…… Sehun……” Goda Baekhyun mencubit pipi Hara. Hara menarik topi Baekhyun hingga merosot ke hidungnya. Ia meninggalkan Baekhyun dengan setengah berlari. Tapi Baekhyun terus mengikutinya sambil memanggil-manggil Hara degan nama Sehun.
“Sehun! Sehun! Sehun!” Goda Baekhyun hingga mereka tiba di ruang kelas.
“Diam kau!” Kata Hara
^_^
Tiga minggu berikutnya berlalu dengan berat karena Hara dan kawan-kawannya harus menempuh ujian semester. Namun semua itu akan terbayar oleh datangnya liburan musim panas. Tahun ini Hara tak punya rencana liburan musim panas, begitu pun dengan D.O. Mereka akan menghabiskan liburan di Korea saja. Sementara Baekhyun menghabiskan waktu liburannya di Helsinki. Hampir setiap hari D.O mengajak Hara untuk berolahraga di pagi hari. Sekedar jogging atau bersepeda.
Hara sedang berusaha keras mengambil buah cherry di halaman belakang sebuah Sekolah Menengah Pertama. Sekolah itu tak begitu jauh dari rumah Hara. Dulu, ia dan Suho bersekolah di sana. Waktu itu ia bisa memanjat hingga ke ujung dahan pohon dan makan cherry di sana bersama Suho. Tapi sekarang tak bisa lagi. Suho sangat sibuk mempersiapkan dirinya untuk ujian masuk universitas. Hara tak bisa mengajaknya untuk bernostalgia. Jadi Hara memutuskan untuk mengenang masa SMP-nya sendirian. Ia harus berusaha keras mengambil buah-buah cherry itu dengan galah karena ia tak bisa memanjat lagi.
“Wow… GPS benar-benar hebat.” Celetuk D.O dari balik pohon cherry besar itu
“Oh, kau di sini.” Ujar Hara masih berusaha mengambil buah-buah cherry itu. D.O menghamiprinya sambil mendongak meneliti buah cherry yang lebat di atas sana. “buahnya begitu rendah, tapi kau tak bisa mengambilnya. Ckckck….. berikan galahnya padaku.”
“Tidak. Kalau kuberikan padamu, kau akan mengambil dan memakan semuanya.” Kata Hara. D.O kemudian berjongkok dan menyuruh Hara naik ke pundaknya.
“Kalau kau hanya mengandalkan tinggi badanmu, kau tak akan bisa mengambilnya.” D.O beralasan. Hara tidak berkomentar dan menuruti instruksi D.O. Ia naik ke pundak D.O lalu mulai mengambil buah-buah cherry-nya sambil meneriakkan instruksi ke mana D.O harus bergerak.
“Kau berat juga rupanya.” Ujar D.O berusaha mengumpulkan kembali napasnya usai menggendong Hara ke sana ke mari demi setumpuk cherry di hadapannya, sementara Hara sibuk memotret cherry-cherry itu. Hara kadang memotret D.O lalu menertawakan sahabatnya itu. Hara kemudian memperbaiki tata rambut D.O yang agak berantakan lalu memotret diri mereka bersama setumpuk cherry tadi.
“Hei, aku belum siap.” Protes D.O merasa dirinya terlalu berantakan. “ sekali lagi.” Lanjutnya memperbaiki penampilannya lalu memasang senyum termanisnya saat berfoto bersama Hara.
Say cheese……… ^_^
“Baekhyun harus melihat ini. Dia akan menyesal tak menghabiskan liburan bersamaku.” Ujar Hara mengirim foto tersebut untuk Baekhyun.

Hari-hari berikutnya tak kalah menyenangkan bagi Hara. Sebagian besar waktu liburannya ia habiskan bersama D.O mereka sudah mendatangi panti jompo dan menghibur para lansia dengan mengorbankan pipi D.O untuk dikecup oleh para nenek-nenek di sana. Memancing di danau kemudian menjual ikan hasil tangkapan mereka di pasar dengan harga murah sebab mereka tidak begitu menyukai ikan. Mengunjungi Istana Changdeok sambil bermain petak umpet. Dan mengakhiri liburan kali ini, Hara dan D.O memutuskan untuk mengunjungi Pulau Jeju. Semua momen-momen liburan musim panas ini tak lupa mereka laporkan pada Baekhyun.
“Tega sekali kalian ke pulau Jeju tanpa aku.” Kata Baekhyun saat mereka bertemu di sekolah setelah masa liburan usai.
“Kau begitu jauh di Kutub Utara, aku tak mungkin mengganggu reunimu bersama kawan-kawan lamamu.” Ujar Hara
“Apa maksudnya itu?” Tanya Baekhyun kesal
“Bukankah kau berteman baik dengan beruang kutub?” Ledek Hara. D.O terpingkal-pingkal mendengarnya membuat bibir Baekhyun semakin maju saja.
 ^_^
Kelas Hara mendapat tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. Karena kelompok Hara kekurangan 1 orang, mereka terpaksa memasukkan Kai ke dalam kelompok. Mereka menentukan tempat berkumpul dengan hom-pim-pa, dan terpilihlah rumah D.O.
Kai selalu saja membuat ulah yang memancing keributan dengan Hara sepanjang waktu. Kai terus mengganggu Hara. Ia tak tahan melihat Hara diam. D.O terpaksa harus memisahkan mereka berkali-kali dan menyuruh Kai diam.
“Sekali lagi kau mengganggu hara, aku akan menyeretmu keluar dari sini.” D.O mengancam Kai. Hara menjulurkan lidah pada Kai karena merasa mendapat pembelaan dari D.O. Tugas mereka akhirnya selesai tiga jam kemudian. Hari  sudah lumayan larut saat Hara, Kai dan Baekhyun pamit pulang. Dan sepertinya akan turun hujan.
D.O sedang mencoba untuk tidur ketika seseorang mengetuk pintu. D.O keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumah dengan perasaan agak dongkol. Namun kedongkolannya menghilang saat melihat siapa yang datang.
“Hara? Ada apa? apa ada yang ketinggalan?” Tanya D.O saat Hara kembali ke rumahnya.
“Kyung Soo….” Ujar Hara
“Apa?” Tanya D.O.
“Aku….. menyukaimu.” Tukas Hara.
“Sorry???” Tanya D.O seolah meminta penegasan
“Aku menyukaimu.” Ulang Hara menunduk. D.O terdiam. Lama sekali. Menatap Hara dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. D.O menarik napas panjang.
“Hara……. Aku….. tidak menyukaimu. Maafkan aku.” Kata D.O dengan suara bergetar.
“Kau tidak harus menyukaiku. Aku hanya mengatakannya karena aku tak ingin menyimpannya sampai basi. Baiklah, selamat tinggal.” Ujar Hara tertawa meski hatinya kacau. Ia tak menyangka D.O akan menolaknya mentah-mentah seperti ini. Rasanya ia ingin pergi dari sana secepat mungkin lalu menceburkan dirinya ke laut.
^_^
Keesokan harinya, di sekolah…
D.O tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Ia menunggu Hara di gerbang sekolah. Ia melongok ke sana ke mari mencari pengendara motor besar yang memakai rok itu. Setelah menunggu sekitar 30 menit, yang ditunggu belum juga datang. Baekhyun yang baru tiba juga ikut melongok ke sana ke mari.
“Kau mencari seseorang?” Tanya Baekhyun
“Aku menunggu Hara.” Jawab D.O membuat Baekhyun mencibir
“Kau menunggu sampai besok pun dia tidak akan datang.” Kata Baekhyun
“Apa???” D.O kedengaran terkejut. Sebenarnya ia agak takut bertemu Baekhyun. Bagaimana jika Baekhyun tahu soal kejadian semalam? Bagaimana pun juga, Hara adalah sepupunya Baekhyun. Baekhyun mungkin akan marah padanya.
“Tadi ibunya meneleponku. Katanya Hara semalam pulang dalam keadaan basah kuyup. Dan sekarang dia sakit. Jadi hari ini dia tidak masuk.” Baekhyun menjelaskan, “ayo ke kelas.” Lanjut Baekhyun menyeret D.O meninggalkan gerbang. D.O merasa agak lega namun ia juga merasa bersalah pada kedua sahabatnya itu.

“Hari ini rasanya sangat sepi.” Ujar Baekhyun saat jam istirahat. Baekhyun duduk di kursi yang biasa diduduki oleh Hara. Sedangkan D.O duduk di kursinya. Kepalanya menelungkup di meja.
“Baekhyun, semalam, setelah kalian semua pulang, Hara kembali ke rumahku.” Kata D.O tanpa mengangkat kepalanya untuk memandang Baekhyun.
“Oh ya? Untuk apa?” Tanya Baekhyun
“Dia bilang….. dia menyukaiku.” Jawab D.O menelan ludah
“Benarkah? Lalu kau bilang apa?” Tanya Baekhyun berbinar-binar.
“Ku bilang…….aku tidak suka padanya.” Jawab D.O nyaris berbisik
“Apa???” Baekhyun tak percaya. “Do Kyung Soo, kau sudah gila?” Tanya Baekhyun pelan
“Baekhyun, maafkan aku.” Ucap D.O mengangkat wajahnya menghadap Baekhyun.
“Kenapa meminta maaf? Kau tidak salah kawan.” Ujar Baekhyun menepuk bahu D.O. Ia berusaha tersenyum meski ia jelas kecewa.

“Aku akan menjenguk Hara malam ini. Kau mau ikut?” Tanya Baekhyun ketika jam pulang sekolah tiba
“Tentu saja. Menurutmu, Hara mau bertemu denganku tidak?” Tanya D.O cemas
“Entahlah. Kita lihat saja nanti.” Jawab Baekhyun tertawa
^_^
Hara sedang berkutat dengan game portable-nya di dalam kamar. Ia merasa begitu bosan dengan keadaannya. Ia tak diperbolehkan keluar rumah oleh ibunya. Bahkan untuk menemui dan memberi salam pada motor besarnya di garasi pun tak boleh.
Jam di meja belajar Hara menunjukkan pukul lima sore. Hara melirik ponselnya yang tergelatak terabaikan di salah satu sisi tempat tidurnya. Hatinya agak kecewa mengingat tak seorang pun dari kawan-kawannya yang menelepon dan menanyakan kabarnya. Hara kemudian berinisiatif untuk menelepon mereka lebih dulu. Ia baru saja memungut ponselnya ketika pintu kamarnya terbuka.
“Oh, kau datang. Apa kau mau menjengukku?” Tanya Hara
“Tentu saja. kudengar kau sakit. Makanya aku datang.” Jawab Kai meletakkan makanan di meja belajar Hara
“Kau tahu dari mana?” Tanya Hara
“Aku menguping pembicaraan D.O dan Baekhyun.” Jawab Kai
“Apa itu untukku?” Tanya Hara mengalihkan pembicaraan saat mendengar kedua nama itu. Ia menunjuk bungkusan yang tadi dibawa Kai.
“Ya.” Jawab Kai
“Berikan padaku. Aku lapar.” Ujar Hara. Kai meraih bungkusan itu lalu mengeluarkan isinya. Hara melahapnya dengan cepat.
“Ckckck….sepertinya saat sakit selera makanmu bertambah besar ya.” Kata Kai terheran-heran
“Tahukah kau, obat mempengaruhi kesembuhan seseorang sebanyak 5%, dan 95% sisanya dipengaruhi oleh motivasi seseorang untuk sembuh.” Ujar Hara
“Benarkah? Lalu, apa motivasimu?” Tanya Kai dengan nada mengejek
“ Aku ingin segera sembuh agar bisa bertemu kak Suho. Karena itu aku harus makan yang banyak.” Jawab Hara dengan mulut penuh makanan
“Apa??? Kau ingin segera sembuh agar bisa bertemu kakakku? Motivasimu semurah itu? Kau tak perlu menunggu hingga sembuh jika hanya ingin bertemu dengannya. Dasar payah!” Umpat Kai lalu menelepon seseorang “halo. Kakak, ada yang ingin bertemu denganmu. Cepat ke mari.” Ujar Kai lalu mengakhiri teleponnya.
“Kak Suho akan datang?” Tanya Hara
“Ya.” Jawab Kai. Hara merebut ponsel Kai dan menggunakannya sebagai cermin untuk merapikan penampilannya. Hara tak ingin Suho melihatnya dalam keadaan berantakan. Lima belas menit kemudian Suho datang. Kai segera pergi dari sana. Kai dan Suho bukanlah dua orang yang akrab untuk ukuran saudara. Mereka sangat berbeda. Kai keras kepala, sedangkan Suho dewasa serta lemah lembut. Dan Kai selalu memberikan kesan seolah dia ingin menjauh dari Suho.

“Aku kembali ke rumah Kyung Soo untuk mengatakan bahwa aku menyukainya dan pada akhirnya ia menolakku. Aku tak memperkirakan bahwa malam itu akan turun hujan. Jadi aku pulang dengan pakaian basah kuyup seperti orang bodoh.” Kata Hara memberitahu Suho. Hara tertawa tapi air matanya menitik.
“Hara…” Tukas Suho sedih
“Kalau malam itu aku tak kembali ke sana, aku pasti akan sehat-sehat saja sekarang. Aku tak tahu di mana aku menyimpan sebagian otakku.” Lanjut Hara
“Hara…” Suho kembali mencoba bicara
“Kubilang padanya bahwa aku tak berharap ia akan menyukaiku, tapi sebenarnya aku bohong. Sejujurnya aku berharap ia akan mengatakan ‘Hara, aku juga menyukaimu’. Namun kenyataannya tak sesuai harapanku. Aku benar-benar bodoh.”
“Hara, stop it!” Kata Suho membuat Hara menghentikan ocehannya. Suho menarik napas panjang sebelum kembali berbicara. “Hara, tahukah kau, kau adalah siswi tercantik di kelasmu. Dan  D.O bukan satu-satunya orang yang bisa kau sukai. Tak menutup kemungkinan ada orang lain yang menyukaimu di sana. Sesorang yang tak pernah kau duga.” Ujar Suho menghapus air mata Hara. “Jangan pikirkan D.O lagi. Cepatlah sembuh. Kau boleh mempertimbangkan ucapanku tadi. Oke.” Lanjut suho mengedipkan sebelah matanya.
“Kakak, aku menyayangimu.” Ujar Hara tersenyum
“Aku juga.” Ujar Suho memberikan pelukan untuk Hara. “ Sekarang istirahatlah. Bukankah besok kau harus mempresentasikan tugas kelompokmu?” Kata Suho “Baiklah, aku pergi dulu.” Lanjut Suho mencubit pipi Hara dengan sayang.
 Keesokan harinya, Hara diantar ayahnya ke sekolah. Ia tidak diijinkan mengendarai motor besarnya hingga beberapa hari ke depan. Digunakan secara sembunyi-sembunyi pun tak bisa. Kasihan Hara.
^_^
Hara sedang bermalas-malasan di kamarnya menikmati libur akhir pekan. Ia baru saja mencoba untuk tidur ketika Suho menelepon. Suaranya terdengar panik. Kabarnya, Kai menghilang dan ponselnya tak bisa dilacak. Kai juga pergi tanpa membawa mobil. Tak ada yang melihatnya meninggalkan rumah. sepertinya ia pergi sebelum orang-orang terbangun. Suho sudah menelepon Sehun dan Chanyeol, tapi mereka berdua tidak tahu apapun. Ia menelepon Hara karena Hara adalah satu-satunya teman sekelas Kai yang dikenal oleh Suho.
Hara mondar mandir di dalam kamarnya. Ia bingung. Tak tahu harus berbuat apa. Meski Kai bukan teman yang akrab dengannya, tapi ia tak mungkin diam saja. Sejak dulu, Suho selalu ada saat Hara membutuhkannya. Jadi ia pun merasa perlu membantu Suho.
“Ini demi kak Suho.” Kata Hara pada dirinya sendiri. Ia kemudian mencoba menghubungi ponsel Kai. Awalnya Kai tidak menjawab, tapi setelah panggilan ketiga, Kai akhirnya menjawab telepon Hara.
“Halo. Kai, kau di mana?” Tanya Hara.
Tak berapa lama, Hara sudah berada di garasi lengkap dengan setelan pengendara motornya. Ia diam-diam mendorong motor besarnya keluar dari sana. Adiknya sempat menanyakan ke mana Hara akan pergi tapi Hara mengabaikannya. Hara langsung tancap gas sebelum orang lain terutama ibunya melihatnya.
Hara menemukan Kai di sebuah pantai di Incheon. Kai duduk sendirian mengamati matahari terbenam. Hara menghampirinya lalu duduk di sampingnya.
“Suho selalu lebih baik dariku. Bahkan kau pun merasakan itu. Keberadaanku tak ada gunanya sama sekali. Ayahku bilang, aku bahkan tidak memiliki 5% kebaikan Suho.” Ujar Kai. Kalimat itu ia tujukan untuk Hara, tetapi matanya menatap lurus ke arah matahari terbenam.
“Setiap orang itu memiliki kebaikan dan keburukan. Hanya kadarnya saja yang berbeda. Ada yang kadar kebaikannya lebih besar dari yang lain, atau malah sebaliknya. Semua itu tergantung pilihanmu. Kau bisa memilih untuk menjadi orang baik kan? Dan kau tak perlu menjadi Suho, karena semua orang sudah dibekali kelebihan masing-masing oleh Tuhan.” Kata Hara
“Oh ya? Lalu, menurutmu, apa kelebihanku?” Tanya Kai menoleh memandang Hara.
“Coba kulihat. Apa ya??? Hmm…. Kurasa…..kau lebih tinggi dari kak Suho. Dan juga sedikit lebih tampan.” Jawab Hara menatap Kai lekat-lekat.
“Jangan melakukan kebohongan public. Dulu kau bilang dia lebih tampan dariku.”
“Aku melakukannya agar dia mau memberikan tumpangan untukmu saat pulang sekolah.” Elak Hara
“Kau…..serius?” Tanya Kai ingin tahu. Hara tidak menjawab. Hara bangkit dari tempat duduknya setelah matahari sepenuhnya tenggelam lalu mengajak Kai pulang.
“Sudah malam, ayo pulang.” Ajak Hara.
“Kau membawa mobil?” Tanya Kai
“Jangan menghinaku. Aku tidak tidak bisa mengendarai mobil.” Jawab Hara
“Baiklah, aku akan jalan kaki saja.” Ujar Kai.
“Aku tak akan cerewet lagi. Aku berjanji.” Kata Hara mengulurkan kunci motornya untuk Kai.

“Kenapa kau tak menjawab telepon kakakmu?” Tanya Hara saat perjalanan pulang
“Aku tak ingin bicara dengan manusia.” Jawab Kai
“Lalu kenapa kau menjawab teleponku?”
“Karena kau bukan manusia.” Jawab Kai asal. “ngomong-ngomong, apakah kau menyukai kakakku?”
“Tentu saja. Dia seperti seorang kakak laki-laki bagiku.” Jawab Hara
“Maksudku bukan itu. Maksudku, sebagai seorang wanita, apakah kau menyukai kakakku?”
“Entahlah. Lagi pula untuk apa kau menanyakannya padaku? Haruskah aku melaporkan semua yang kulakukan padamu?”
“Aku kan hanya bertanya.” Ujar Kai
“Kai, jangan membenci kak Suho. Dia selalu merasa tertekan melihat tatapan kebencianmu padanya. Tak bisakah kau akur dengannya?” Ujar Hara. Kai tak menjawab. Kai mempercepat laju kendaraannya. Hara memeluk Kai erat-erat dari belakang.
^_^
Kai memarkir mobil sport kesayangannya tepat di depan gerbang rumah Hara. Ia membunyikan klakson berkali-kali agar Hara segera keluar. Menit berikutnya Hara keluar lengkap dengan setelan pengendara motornya seperti biasa. Hara memperhatikan gerbang rumahnya yang sepertinya tertutup sepenuhnya oleh mobil Kai. Tak ada celah untuk dilewati motor besarnya. Ia menghampiri mobil Kai, mengetuk-ngetuk kacanya lalu menyuruh Kai menyingkirkan mobilnya tapi Kai mengabaikannya.
“Cepat naik, atau kita akan terlambat.” Ujar Kai menurunkan sunglass-nya. Hara menarik napas panjang dan menatap Kai dengan jengkel. Baru saja ia akan membuka mulut, Kai sudah mendahuluinya. “kau ini lamban sekali. Ayo cepat!” Hara akhirnya menurut saja. Ia sudah hafal tabiat Kai. sekalipun hujan badai, Kai tak akan memindahkan mobilnya dari sana. Hara melepaskan helm dan jaket kulitnya lalu masuk ke mobil.
“Bagaimana penampilanku?” Tanya Kai begitu mereka tiba di sekolah. Hara meneliti Kai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hara merapikan rambut Kai lalu mengencangkan dasinya. Ia juga tak lupa memperbaiki posisi sunglass Kai. Kai menelan ludah.
“Sempurna.” Tukas Hara lalu pergi. Kai mengikutinya dari belakang. Kadang Kai berusaha berjalan beriringan dengan Hara tapi kembali mundur begitu Hara melemparkan tatapan ‘Awas kau!’. Hara tiba di kelas lima menit kemudian. Tak ada siapa pun di dalam kelas. Kai juga menghilang entah ke mana.
Hara mendapati sekotak donat di mejanya. Di dalamnya terdapat sebuah kartu bertuliskan ‘Hara, maafkan aku.’ Hara mengenali tulisan tangan tersebut. Itu tulisan tangan D.O. Hara tersenyum lalu memasukkan kue-kue tersebut ke dalam tasnya. Ia kemudian mengirim pesan untuk D.O  dan Baekhyun.
“Kalian ke mana saja?” Tanya Hara pada Baekhyun dan D.O yang baru memasuki kelas.
“Kami dipanggil oleh Kepala Sekolah.” Jawab Baekhyun
“Kalian membuat ulah?” Tanya Hara dengan tatapan curiga.
“Tidak. Jangan menatapku seperti itu. Kami bukan anak nakal dan kau tahu itu.” Jawab Baekhyun
“Lalu, untuk apa Kepala Sekolah memanggil kalian?” Tanya Hara
“Itu rahasia.” Jawab D.O menarik hidung Hara. “Kau sudah menerima bingkisanmu?”
“Bingkisan apa?” Tanya Hara pura-pura tidak tahu. Wajahnya polos dan tampak sangat meyakinkan. Bahkan kedua sahabatnya itu sempat percaya.
“Aku meletakkannya di sini. Sungguh.” Ujar D.O panic. Hara tersenyum jahil lalu mengeluarkan sekotak donat yang tadi ia temukan di mejanya.
“Maksudmu ini?” Tanya Hara membuka kotak kue tersebut. Ekspresi wajah kedua temannya berubah.
“Hara, kau tak ingin memakannya?” Tanya Baekhyun menatap kue-kue itu lekat-lekat. Hara tahu Baekhyun menginginkan donat-donat itu. Tapi ia sengaja ingin mempermainkan sepupu cubby-nya itu.
“Ini terlalu cantik untuk dimakan. Rasanya aku tak tega.” Ujar hara menutup kotak kuenya. Baekhyun merengut.
^_^
Kai sedang mencari-cari sesuatu yang sepertinya terjatuh di lantai. Melongok ke sana ke mari di bawah meja di sekitarnya. Kai terkejut saat merasakan punggungnya menabrak betis seseorang. Pemilik betis itu berdehem keras. Kai berbalik dan terkejut mendapati Hara, Chanyeol dan Sehun ada di sana. Mereka bertiga membungkuk menatap Kai.
“Kau mencari apa?” Tanya Hara dan Chanyeol ingin tahu
“Oh, bukan apa-apa.” Jawab Kai lalu berdiri tanpa memperhatikan sekitarnya. Kepalanya menghantam meja. Sehun dan Chanyeol terpingkal-pingkal, sedangkan Hara tampak cemas sekaligus ingin tertawa juga.
“Kau tak apa-apa?” Tanya Hara memeriksa kepala Kai.”Kau ini sangat ceroboh. Bagaimana jika kepalamu terluka dan kau gegar otak? Memangnya apa yang kau cari di bawah meja? Apa koin penny-keberuntunganmu jatuh?”
“Aku tak apa-apa.” Jawab Kai, “Berikan tanganmu.” Lanjut Kai. Hara mengulurkan tangan kanannya. Kai memasangkan gelang berhias tiga butir kulit kerang kecil-kecil berwarna biru di lengan Hara.  Sepertinya gelang itulah yang dicari-cari Kai hingga mengorbankan kepalanya.
“Ini untukku?” Tanya Hara berbinar-binar
“Bukan. Itu untuk Sehun. Lepaskan.” Jawab Kai
“Tidak bisa. Sesuatu yang sudah terpasang di tanganku, tak akan bisa kau ambil kembali.” Kata Hara tersenyum jahil
“Hara, hatiku sepertinya sudah terpasang di hatimu. Apa itu berarti aku juga tak bisa mengambilnya kembali?” Canda Chanyeol membuat mereka semua tertawa.
Dari pintu kelas, D.O menyaksikan semua itu dengan merana….
Saat pulang sekolah, D.O dan Baekhyun melihat Hara berdiri sendirian di ujung tangga depan sekolah. Mereka baru saja berniat mendatanginya, namun mereka mengurungkan niat begitu melihat mobil Kai berhenti tepat di depan Hara. Hara masuk ke dalam mobil tersebut lalu pergi bersama Kai.
“Aku ingin meminjam Hara untuk beberapa waktu” Kata Suho yang tiba-tiba ada di samping Baekhyun
“Meminjam? Untuk apa?” Tanya Baekhyun
“Untuk menemani Kai. Sepertinya Kai lebih mendengarkan Hara daripada aku.” Jawab Suho
“Berapa lama?” Tanya Baekhyun
“Sampai waktu yang belum ditentukan.” Jawab Suho
“Sepertinya akan lama. D.O, haruskah kita meminjamkan Hara kita?” Baekhyun berkonsultasi dengan D.O  tapi D.O tak menjawab. “kalau kau ingin meminjamnya, kau harus bisa memastikan dua syarat ini. Pertama, jangan sampai Hara menyukai Kai. kedua, jangan sampai Kai menyukai Hara. Jika hal itu terjadi, kau harus segera menjauhkan Kai dari Hara. Bagaimana?”
“Setuju. Ok, sampai jumpa.” Ucap Suho tersenyum lalu pergi dari sana.
“Syarat macam apa itu?” Celetuk D.O.
“Kawan, Hara adalah sepupuku yang paling cantik….” Jawab Baekhyun
“Karena dia adalah satu-satunya sepupu perempuan yang kau miliki.” D.O memotong kalimat Baekhyun
“Tepat sekali. Jadi aku tak boleh membiarkannya bersama Kai. Aku kenal Kai sejak SMP. Dan kami tak pernah saling menyukai sejak dulu. Kalau itu Suho, aku mungkin akan setuju. Tapi ini Kai, sobat. Kai.” Lanjut Baekhyun mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Kai. D.O diam saja meski dalam hatinya ia sebenarnya setuju dengan Baekhyun. “Lagi pula aku tahu, kau menyukai Hara kan?” Goda Baekhyun. D.O jadi salah tingkah.
^_^
Keesokan harinya D.O duduk sendirian di halte. Menunggu bis untuk berangkat ke sekolah. Tak berapa lama bis yang ditunggu-tunggunya akhirnya datang. D.O menaiki bis dengan lesu. Mengingat kejadian  antara Hara dan Kai akhir-akhir ini, D.O jadi kurang bersemangat ke sekolah. Bis mulai bergerak, tiba-tiba lamunan  D.O buyar mendengar suara Hara. D.O pikir dirinya sudah gila. Mana mungkin Hara ke sekolah naik bis? Begitu pikir D.O. D.O kemudian menyadari bahwa ia tidak gila. Hara memang ada di sana, berdiri tepat di hadapannya. Tapi ia tidak sendirian. Ia bersama Kai. Meski agak kecewa, D.O tetap tersenyum pada Hara.
“D.O, kita belum terlambat kan?” Tanya Hara terengah-engah. Sepertinya ia berlari mengejar bis.
“Belum. Kita akan tiba tepat waktu.” Jawab D.O.
“Semua ini gara-gara si bodoh itu.” Ujar Hara menyalahkan Kai.
“Kenapa aku? Kalau tadi kau tidak membantahku dan langsung naik ke mobil, kita tak akan main kucing-kucingan dengan bis begini.” Balas Kai
“Kalau tadi kau segera menyingkirkan mobilmu dari gerbang rumahku, aku pasti sudah sampai di sekolah bersama motorku.” Kata Hara tak mau kalah
“Baik, kalau begitu, pulang saja sana. Singkirkan mobilku lalu pergilah dengan motor.” Ujar Kai. D.O yang tidak tahan lagi langsung menarik tangan Hara dan menjauhkannya dari Kai. D.O berdiri di antara mereka lalu mengawasi Kai. Ia mengancam akan menendang Kai keluar dari bis jika Kai masih banyak bicara. Kai kemudian menutup mulut sepanjang jalan. Dalam hati Hara sebenarnya tak tega melihat Kai seperti itu. Meski sering cekcok, tapi sebenarnya Hara menyayangi kawannya itu.

Baekhyun, D.O dan Hara menghabiskan jam makan siang di kantin sekolah sambil bermain scrabble. Tiba-tiba seseorang yang duduk di belakang Hara menepuk pundaknya. Hara menoleh dan terkejut mendapati wajah Chanyeol begitu dekat dari wajahnya.
“Hei, kau sedang apa?” Tanya Kai menjauhkan kepala Chanyeol dari Hara. Sehun tergelak, Baekhyun shock, D.O diam saja, sedangkan Kai sepertinya ingin memakan Chanyeol.

Kai, Hara dan D.O kembali akan naik bis bersama sepulang sekolah. Mereka bertiga menunggu cukup lama. Dalam kebosanannya, Hara mengunyah permen karet. Hara berkali-kali mondar-mandir di hadapan D.O dan Kai. Suasana lumayan canggung. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut kedua pria itu sejak tadi. Padahal mereka berdua termasuk dalam kategori pria cerewet di kelas mereka. Hara duduk di antara mereka berdua sambil memikirkan sesuatu yang mungkin akan mencairkan suasana.
Hara mencolek lengan Kai. Yang dicolek menoleh padanya. Hara membuat gelembung besar dengan permen karet yang sejak tadi dikunyahnya. Gelembung itu pecah beberapa senti di depan hidung Kai. Hara kemudian memasukkan kembali permen karetnya ke dalam mulut sambil tertawa.
“Apa Chanyeol baru saja mengajarimu trik-trik playboy murahan dan menjijikkan itu? Keluarkan benda itu dari mulutmu!” Perintah Kai. Hara mengabaikannya dan kembali mengunyah. Merasa diabaikan, Kai lalu memegangi wajah Hara, membuka mulut gadis itu secara paksa, memasukkan tangannya ke mulut Hara lalu mengeluarkan permen karet itu dari sana. Kai membuang benda lengket itu ke tempat sampah.
Bis akhirnya datang juga. D.O tak bergerak dari tempat duduknya seolah mengabaikan bis itu. Saat bis mulai bergerak menjauh tiba-tiba  D.O menyeret  Hara dan mengejar bis itu. Kai yang tak menduga D.O akan menyeret Hara seperti itu hanya diam untuk beberapa saat. Setelah keterkejutannya berkurang, ia mencoba mengejar bis itu namun ia tak bisa mencapainya.
“D.O, kita meninggalkan Kai.” Kata Hara. Ada nada panic di dalam suaranya.
“Biarkan saja. Dia sudah besar dan bisa pulang sendiri.” Jawab D.O tak peduli
Hara duduk di samping D.O mereka tidak saling bicara untuk waktu yang lama. Akhir-akhir ini, hubungan mereka rasanya agak canggung. Terlebih setelah Kai muncul di antara mereka.
“Pernahkah kau merasa tak berguna dan tidak dibutuhkan dalam keluarga?” Tanya Hara
“Kurasa….tidak.” Jawab D.O.
“Pernahkah kau merasa ingin mengecil dan menghilang dari rumahmu?” Hara kembali bertanya
“Tidak.”
“Pernahkah kau memiliki kakak yang sangat diharapkan dalam keluarga sehingga membuat dirimu merasa diabaikan?” Tanya Hara
“Tidak.” Jawab D.O.
“Aku juga tidak.” Kata Hara. “Tapi Kai merasakan semua itu. Dia tidak seperti kita. D.O, jangan membencinya. Dia hanya seseorang yang butuh perhatian dan ingin didengarkan.” Tutur Hara.
“Aku tidak membencinya. Hanya saja, aku mungkin sedikit cemburu padanya.” Kata D.O nyaris berbisik
“Cemburu? Kenapa?” Tanya Hara penasaran
“Karena dia selalu beredar di sekitarmu. Melakukan hal-hal yang dilakukan seorang pria untuk memperoleh perhatian dari orang yang disukainya. Sangat menyebalkan.” Jawab D.O meluapkan kekesalannya.
“Lalu apa masalahnya? Bukankah kau tidak suka padaku?” Tanya Hara tersenyum jahil
“Aku bohong.” Jawab D.O menunduk.
“Untuk apa berbohong untuk hal seperti itu?”
“Aku takut hubungan persahabatan kita akan menjadi aneh. Apalagi Baekhyun. Aku takut Baekhyun tidak akan setuju. Tapi setelah kuceritakan padanya soal kejadian malam itu, aku jadi menyesal telah menolakmu.” Tutur D.O.
“Kau menyesalinya? Kenapa?”
“Ternyata Baekhyun sangat kecewa karena aku menolakmu. Bodoh sekali!” Ujar D.O menertawai dirinya sendiri.
“Ya. Kau memang bodoh.” Timpal Hara.
“Aish…. Kau ini benar-benar.” Kata D.O menarik hidung Hara.
^_^
Sejak saat perenungan kai di pantai hari itu, kai lumayan mengalami banyak perubahan sikap. Ia jadi lebih manis pada anak perempuan. Sebelumnya, tak sedikit anak-anak perempuan di sekolah yang takut padanya. Mereka lebih menyukai Suho daripada Kai. tapi akhir-akhir ini, tak sedikit siswi di sekolah yang diam-diam mengidolakannya. Hara kadang sengaja menguping pembicaraan gadis-gadis itu tentang Kai dan kedua temannya – Chanyeol dan Sehun -- yang tampan dan tinggi-tinggi itu.
 Hara sedang bersusah payah meraih buku di deretan rak paling atas di perpustakaan. Ia sudah berjinjit, melompat, bahkan berusaha memanjat rak buku namun tetap tak bisa. Ia malah mendapat teguran dari petugas perpustakaan karena memanjat rak buku. Ia disarankan untuk mengambil tangga di sudut perpustakaan tapi ia mengabaikannya. Ia malah menyeret salah satu kursi perpustakaan untuk digunakan sebagai pijakan. Baru saja ia akan mengambil buku yang diinginkannya, tiba-tiba ada tangan lain yang lebih dulu mengambil buku itu.
“Menjadi tinggi itu sangat menyenangkan kan?” Celetuk Kai yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Hara melemparkan pandangan kesal yang dibalas senyum yang luar biasa manis dari Kai. “Turun dari situ. Itu tempat duduk, bukan tangga.” Lanjut Kai menyuruh Hara turun dari kursi tempatnya berdiri. Tapi Hara tidak bergerak. “ah, ya, sepertinya kau tidak tahu caranya turun.” Kata Kai lalu mengangkat Hara turun dengan mudah. Kai menyerahkan buku yang tadi diambilnya kepada Hara. Kai mengembalikan kursi itu ke tempat di mana Hara mengambilnya lalu duduk di sana.
“Sejak kapan kau di sini?” Tanya Hara duduk di hadapan Kai.
“Apa itu penting?” Kai balik bertanya
“Ya. Kalau kau ada di sana sejak tadi, seharusnya kau menolongku lebih awal.”
“Aku hanya ingin melihat apa yang bisa kau lakukan untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Dan ternyata kau akan menggunakan segala cara. Lumayan menarik.” Ujar Kai
“Benarkah? Ngomong-ngomong, terima kasih atas bantuanmu.” Ujar Hara menunjukkan buku yang tadi diambil oleh Kai. Hara menekuri buku itu sementara Kai tertidur di depannya.
Tiga puluh menit berlalu dalam diam. Hara menatap Kai yang masih tertidur pulas. Hara melambaikan tangannya di depan wajah Kai untuk memastikan bahwa Kai benar-benar tidur.
“Kenapa kau begitu baik padaku? Kau tidak menyukaiku, kan?” Tanya Hara menyandarkan kepalanya di meja. Wajahnya berhadapan dengan wajah Kai yang sedang tertidur. “Jangan menyukaiku. Kau mengerti?”
Hara pergi dari sana tanpa membangunkan Kai. Hara mencari Sehun dan Chanyeol untuk memberitahu mereka bahwa Kai ketiduran di perpustakaan.

Hara berdiri di tempat ia biasa memarkir motor besarnya. Ia kelihatan bingung,panic, kesal sekaligus ingin menangis. Ia tak tahu siapa orang bodoh yang telah melakukan sabotase padanya. Motor besar yang mencolok itu sekarang tak ada di sana.
“Sepertinya kau akan pulang jalan kaki.” Celetuk Kai dari belakang Hara.
“Apa ini perbuatanmu?” Tanya Hara
“Menurutmu????” Kai balik bertanya. Hara menghampiri Kai dengan tangan mengepal. Sepertinya ia akan memukul Kai. Tapi setelah sampai di hadapan Kai, Hara jadi tak tega juga. Ia kemudian pergi begitu saja sementara Kai membuntutinya sepanjang jalan.
“Kenapa kau jalan kaki? Mana mobilmu?” Tanya Hara
“Aku tidak membawa mobil.” Jawab Kai dari belakang Hara
“Kau sengaja?”
“Mungkin.”
“Kau ingin pulang denganku?”
“Iya.” Jawab Kai jujur
“Lalu apa yang kau lakukan di belakangku?” Tanya Hara. Kai tidak buang-buang waktu, ia mempercepat langkahnya dan berjalan di sisi Hara. “Kai,” Tukas Hara
“Ya.” Jawab Kai
“Akhir-akhir ini sepertinya kau punya banyak penggemar wanita. Aku sering mendengar mereka berbisik-bisik membicarakan dirimu.” Ujar Hara
“Ohya??? Mereka bilang apa?” Tanya Kai tersipu
“Mereka bilang akhir-akhir ini kau sangat manis. Sepertinya para siswi di sekolah kita mengantri untuk berkencan denganmu.” Kata Hara “Kau punya begitu banyak penggemar, lalu untuk apa kau terus mengikutiku?”
“Karena kau bukan penggemarku.” Jawab Kai
“Dari mana kau tahu bahwa aku bukan penggemarmu? Padahal, mungkin aku adalah penggemar pertamamu.” Canda Hara
“Kau bukan penggemarku. Kau adalah penggemar setianya Suho.” Ujar Kai meledek Hara
“Kai, kau adalah seseorang yang tak terduga. Mungkinkah……….kau suka padaku?” Tanya Hara. Kai memandang Hara. Ia tak tahu harus berkata apa untuk menanggapi pertanyaan Hara. “Haaaaahhh….. Dasar gila! Mana mungkin kau suka padaku? Lupakan pertanyaan bodoh itu.” Lanjut Hara menepuk kepalanya sendiri.
“Kenapa? Tak bolehkah aku menyukaimu?” Tanya Kai
“Ya.” Jawab Hara. Mereka terus berjalan dalam diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba Kai menarik tangan Hara lalu meletakkannya di dadanya.
“Di sini, tak bisakah kau merasakannya? Rasanya begitu menyiksaku. Rasanya sangat menyesakkan. Rasanya aku hampir pingsan tiap kali aku berada sangat dekat denganmu. Aku selalu ingin melihatmu. Aku…….” Ujar Kai lalu menarik Hara dalam pelukannya. Hara diam saja. Hara merasakan detak jantungnya kini semakin cepat. “Jadi, seperti inikah rasanya memeluk orang yang telah membuatku mengalami serangan jantung berkali-kali?” Lanjut Kai mengeratkan pelukannya. Hara balas memeluknya tanpa sadar.
^_^
Baekhyun menunggu Suho di tangga depan sekolah sambil memutar-mutar ponselnya. Dia ingin menunjukkan sesuatu yang ia dapatkan kemarin. Suho muncul sepuluh menit kemudian.
“Kita pernah membuat perjanjian kan?” Tanya Baekhyun saat Suho lewat di sampingnya. Suho menghentikan langkahnya. Baekhyun menyodorkan ponselnya ke hadapan Suho. Di ponsel itu ada foto Kai yang sedang memeluk Hara. Baekhyun tak sengaja melihat kejadian kemarin. “Kuharap kau menepati janji.” Lanjut Baekhyun merebut ponselnya dari tangan Suho lalu pergi dari sana. Suho menatap punggung Baekhyun dengan merana.
Suho mentraktir Kai dan Hara sepulang sekolah. Setelah lulus SMA, Suho akan melanjutkan sekolah di Amerika, karena itulah ia ingin melakukan acara perpisahan selagi ia masih sempat. Suho tidak makan sama sekali. Sepanjang waktu ia hanya memandang Kai dan Hara secara bergantian sambil memikirkan tindakan apa yang harus ia ambil. Menepati perjanjian bodoh dengan Baekhyun, atau  mengabaikannya saja. ia bisa saja ingkar janji, tapi Suho tak pernah ingin melakukan hal itu, lagi pula, Baekhyun sepertinya sangat serius dengan perjanjian waktu itu. Suho bisa mengerti, terlebih setelah ia tahu bahwa ternyata D.O juga menyukai Hara. D.O dan Hara saling menyukai, tapi Kai ada di antara mereka. Suho jadi semakin bimbang.
Suho pulang ke rumah dengan lesu. Ia masuk ke kamarnya dan naik ke tempat tidur tanpa melepas seragam sekolahnya. Ia memandangi foto Hara bersama dirinya sewaktu masih SMP yang terpajang di meja.
“Hara, maafkan aku.” Kata Suho bicara pada Hara yang tersenyum padanya dari dalam pigura.
^_^
Sudah seminggu setelah tahun ajaran baru di mulai. Selama itu pula Kai belum pernah masuk sekolah. ponselnya juga tak bisa dihubungi. Menurut Sehun dan Chanyeol, Kai ikut kakaknya ke Amerika dan akan melanjutkan sekolah di sana.
Hara, D.O dan Baekhyun duduk di halte bis yang tak jauh dari sekolah. D.O dan Hara punya kenangan unik bersama Kai di tempat itu. Waktu itu Hara mengganggu Kai dengan gelembung permen karet dan Kai mengeluarkan permen karet itu dari mulut Hara secara paksa. Setelah itu D.O menyeret Hara kabur dan meninggalkan Kai. Di dalam bis, D.O akhirnya mengakui perasaannya yang sebenarnya terhadap Hara. Hara tersenyum mengenang hari itu.
“Hara, kau tidak apa-apa kan?” Tanya Baekhyun melihat Hara tersenyum-senyum sendiri.
“Aku sangat serakah. Aku menyukaimu, tetapi di saat yang sama aku juga menginginkan Kai. Kyung Soo, maafkan aku.” Ujar Hara
“Menyukai dan menginginkan dua orang sekaligus itu sesuatu yang wajar. Kau menyukaiku, tetapi kau juga menginginkan Kai karena kau terbiasa bersamanya saat aku tak ada. itu bukanlah suatu kesalahan.” Kata D.O menggenggam tangan Hara. Hara menyandarkan kepalanya di bahu D.O, sedangkan Baekhyun bersandar di bahu Hara.
^_^
Dua tahun kemudian….
Hara berjalan sendirian di jalan menuju rumahnya. Setelah lulus SMA, hara memberikan motor besarnya untuk adiknya sementara ia naik bis saat ke kampus. Hara berhenti berjalan saat melihat seseorang sedang mengamati gambar di sebuah tembok tinggi di tepi jalan. Orang itu tampak begitu serius. Hara memandangi orang itu lalu mengucek matanya.
“Aku pasti sudah gila.” Hara bicara pada dirinya sendiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia berpikir bahwa ia pasti terlalu merindukan Kai hingga melihat setiap orang tampak seperti Kai. Hara melepaskan tangannya dari wajahnya dan mendapati wajah orang itu sudah berada sangat dekat dengan wajah Hara. Hara menampar orang itu dengan keras.
“Hei, aku tahu kau marah padaku. Tapi kau juga tak boleh memukulku seperti itu. Akan kulaporkan kau pada ibuku.” Kata Kai memegangi wajahnya.
“Maaf, aku sungguh tidak sengaja. Kupikir aku salah mengenali orang.” Ujar Hara memegang pipi Kai yang tadi ditamparnya.
“Kukira kau marah padaku karena aku sudah meninggalkanmu.” Kata Kai
“Jadi kau sengaja meninggalkanku?” Tanya Hara berubah sinis
“Tidak. Bukan begitu. Ayah dan ibuku menjebakku hingga aku tak punya pilihan lain selain menetap di Amerika.” Kai menjelaskan. Hara mengabaikannya dan pergi begitu saja. Kai terus menjelaskan alasan kepergiannya ke Amerika sambil mengikuti Hara dari belakang. Tiba-tiba Hara berhenti berjalan hingga Kai menabraknya.
“Aku tahu kau tidak bermaksud meninggalkanku. Aku sudah mendengar semuanya dari Baekhyun.” Ujar Hara. “Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di sini?”
“Aku…..hanya lewat saja.” jawab Kai menggaruk-garuk kepalanya.
“Benarkah????” Tanya Hara tersenyum jahil. Hara tahu Kai berbohong.
“Sebenarnya….. aku….aku…… aish….” Ujar Kai gugup. Kai menarik tangan Hara lalu mencium bibir gadis itu seolah ingin mengungkapkan betapa ia sangat merindukannya selama ini.


>>>>>THE END<<<<<

EXO_XOXO
AWOOOOOO~~~~~~~
"Oh My God.... I think I'm deeply in love with them" >_<
ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ........

6 komentar:

  1. Hara& exo. Terima kasih author-nim.. Jarang jumpa fanfic goo hara and exo, suka sangat2. Tulis banyak2 fanfic hara and exo. Fighting

    BalasHapus
  2. Hara& exo. Terima kasih author-nim.. Jarang jumpa fanfic goo hara and exo, suka sangat2. Tulis banyak2 fanfic hara and exo. Fighting

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Hara& exo. Terima kasih author-nim.. Jarang jumpa fanfic goo hara and exo, suka sangat2. Tulis banyak2 fanfic hara and exo. Fighting

    BalasHapus
  5. Hara& exo. Terima kasih author-nim.. Jarang jumpa fanfic goo hara and exo, suka sangat2. Tulis banyak2 fanfic hara and exo. Fighting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Izzah... ^___^
      Kalau sempat silahkan baca fanfic yang lain. Semoga bisa menghibur....


      Hapus